
Bagaimana rasanya melihat halaman depan atau belakang rumah yang masih kosong? Tentu terkesan hampa bukan, Urbanites!
Bagi pemilik rumah, hasrat untuk menghias pekarangan rumah pasti selalu ada. Namun yang jadi kendala, terkadang kita kebingungan untuk mengisinya.
Lahan kosong berisi rumput? Tempat jemuran? Kursi dan meja outdoor? Atau apa lagi ya kira-kira?
Sebenarnya, Anda tak perlu membingungkan ini sampai berlarut-larut Urbanites.
Banyak cara untuk mengisi pekarangan rumah dengan cara yang elegan, salah satunya dihias dengan macam macam bunga. Untuk menyesuaik nilai estetika, ada macam macam bunga yang cocok dan sesuai untuk ditanamkan di pekaangan rumah.
Macam macam bunga ini, memiliki nilai estetika dan fungsi masing-masing.
Ada yang murni sebagai tanaman hias, apotek hidup, bahkan dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi sang pemilik rumah.
Segala macam macam bunga tersebut, dapat Anda tata sedemikian rupa agar cantik dan mampu menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.
Apa saja macam macam bunga tersebut? Dilansir dari berbagai sumber, simak macam macam bunga tersebut bawah ini:
Melati
Melati adalah salah satu dari macam macam bunga hias yang terdiri dari kurang lebih sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania. Hidup menahun, melati dibudidayakan karena warnanya yang putih nan cantik serta harum.
Seperti yang kita tahu, Indonesia menjadikan salah satu jenis melati (Jasminum sambac) sebagai simbol nasional karena melambangkan kesucian serta kemurnian. Selain itu, melati juga dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.
Adat dan budaya Tanah Air kerap menyelipkan melati sebagai hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan, khususnya suku Jawa dan Sunda. Jenis melati yang umum ditanam di pekarangan rumah adalah Jasminum Sambac.
Perlu diketahui Urbanites, bahwa semua jenis melati membutuhkan sinar matahari penuh. Jadi, Anda mesti memperhatikan bagaimana matahari menyinari pekarangan rumah Anda dengan baik.
Hal pertama yang perlu Anda siapkan untuk menanam melati di pekarangan bunga adalah tanah yang gembur dan pupuk kompos.
Cara memperbanyak melati juga mudah, ya!
Anda dapat memotong batang bunga lalu menanamnya secara langsung pada bidang tanah sekitarnya yang juga sudah diberi pupuk kompos. Bisa juga dengan ditanamkan dalam pot. Bunga melati bermanfaat untuk bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan…
Bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang populer di Indonesia. Aromanya itu lo, hmmm…. wangi!
Petunia
Petunia berasal dari Amerika Selatan dengan ciri fisik yakni kisaran tinggi 16–30 cm, bunga bermahkota tunggal dan ada pula yang bermahkota ganda. Warnanya bervariasi mulai dari merah, putih, kuning pucat, biru, hingga ungu tua. Cabang bunga petunia terbilang agak banyak namun sangat lemah, ia tidak dapat tumbuh dengan tegak.
Ditumbuhi bulu-bulu yang sangat halus, daun-daun dari tanaman ini tumbuh secara berhadap-hadapan. Tangkai daunnya pendek, panjangnya kira-kira bekisar 5–10 cm dengan lebar 4–6 cm. Petunia mampu tumbuh dengan baik bila ditanam di tempat-tempat yang tanahnya subur dan mengandung banyak air serta mendapat sinar matahari yang cukup.
Namun sayangnya Urbanites, dibandingkan macam macam bunga lain, petunia mempunyai umur yang pendek.
Masa berbunga dari kembang ini hanya sekali saja selama hidupnya dan setelah itu, kita harus mengganti dengan tanaman yang baru. Tapi jangan dulu mengurungkan niat untuk memelihara petunia, ya guys..
Pasalnya untuk mengganti tanaman ini tidaklah sulit, karena hanya dengan menyemaikan biji-bijinya kita bisa mendapatkan tanaman baru sebagai penggantinya.
Sebagai tanaman hias, petunia juga ditanam langsung di tanah mau pun dalam pot. Mengingat batangnya yang lemah dan tak dapat tumbuh dengan tegak, maka orang-orang lebih suka menanam petunia di dalam pot bunga.
Apabila ditanam di dalam pot, maka batang dan daunnya tidak akan terlalu merambat di atas tanah, apa lagi jika tanahnya digenangi air. Keindahan bunga petunia bisa dinikmati baik sebagai elemen taman mau pun tumbuh secara individu dalam pot.
Kembang Sepatu
Kembang sepatu adalah salah satu dari macam macam bunga yang berasal dari Asia Timur. Sejak dahulu sampai sekarang, kembang sepatu populer dijadikan sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis.
Ciri khas kembang sepatu adalah bunganya besar, berwarna merah dan tidak berbau. Penduduk daerah Sumatera dan Malaysia menyebut kembang sepatu sebagai bunga raya.
Sementara itu, suku Jawa mengenalnya dengan istilah berbeda yakni kembang worawari.Pada umumnya, tinggi kembang sepatu bisa mencapai sekitar 2 sampai 5 meter dengan daun berbentuk bulat telur dengan ujung daun yang meruncing.
Kembang sepatu dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah tropis atau dalam rumah kaca, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur. Berdasarkan fungsinya, kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Terlepas dari keindahannya, ternyata kembang sepatu ini banyak digunakan untuk berbagai macam fungsi lo…
Mulai dari India, mereka menggunakan kembang sepatu untuk menyemir sepatu dan juga bunga persembahan. Di Tiongkok, kembang yang berwarna merah paling jelas digunakan sebagai bahan pewarna makanan.
Di Indonesia, selain khas menjadi tanaman hias, daun dan bunga kembang sepatu digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional dengan cara dikeringkan, lalu diminum sebagai teh.
Wah, unik juga ya! Selain sedap dipandang, kembang sepatu juga multiguna.
Mengingat Indonesia memiliki iklim tropis, jadi kita bisa menanam kembang sepatu kapan pun di pekarangan rumah kita.
Terimakasih sudah mempir guys. semoga bermanfaat artikelnya.
No comments:
Post a Comment